Yoga Kundalini


KUNDALINI YOGA / YOGA NADIS:

Nadis adalah urat – urat astral, terdiri dari bahan – bahan astral, yang berisi aliran jiwa. Kata Nadis bersumber dari kata Sanskrita yang kata dasarnya “NAD” yang berarti “Gerak”. Tenaga hidup atau aliran Prana bergerak atau mengalir melalui Nadi – nadi, ini merupakan aliran – aliran  tenaga yang sangat halus, karena nadi – nadi ini juga sangat halus. Karena demikian adanya, maka hal tersebut tidak dapat kita lihat secara langsung dengan mata serta tidak dapat kita melakukan percobaan dengan pipa gelas dalam lapangan fisik kita ini.

Lain hal nya dengan nadi – nadi yoga, nadi yoga bukan urat – urat biasa, melainkan urat – urat nadi dan urat – urat darah yang telah dikenal dalam ilmu Vaidya Shastra atau (Ilmu Anatomi dan Ilmu Pekerjaan tubuh mahluk hidup, Fisiologi ) maka dengan demikian sangatlah berbeda antara Nadi Prana dengan urat – urat nadi Yoga.

Jika kita mau menelusuri anatomi tubuh kita ini, sebenarnya sangat sarat dengan nadi – nadi yang adanya tak dapat kita hitung satu persatu. Disini penulis hanya bisa menyebutkan dari jumlah nadi – nadi tersebut berdasarkan sumber yang penulis baca yitu 72000 sampai 350000 nadi – nadi. Kalau kita kembali menengok sejenak tentang susunan dari pada tubuh kita ini,  pastinya kita sangat kagum dan sangat heran, karena kita takkan pernah mendapat jawaban jika kita tanyakan mesin yang memproduksi tubuh ini. Sungguh sangat Kuasa dan Maha Esa Sang pencipta jagat tiga dalam wujud beliau sebagai arsitek yang disebut Prakreti dengan nama Sang Hyang Wiswa Karma atau dikenal pula dengan sebutan Resi Wiswa Karma.

Nadi ini memainkan peranan yang penting sekali dalam Ilmu Yoga. Kundalini kalau bangun akan jalan melalui Sushumna Nadi ( Nadi Sushumna ) dan ini akan terjadi bila nadi – nadi nya sudah bersih. Maka tindakan pertama yang harus dilakukan dalam KUNDALINI YOGA, Ialah membersihkan nadi – nadi. pengertian yang luas tentang nadi – adi dan Cakra – cakra sangat penting sekali. Tempatnya, bekerjanya, sifatnya, dan lain – lain nya harus dipelajari dengan sungguh – sungguh.

Nadi yang halus ini, dapat mempengaruhi badan kasar, Semua yang halus, Sukma, Prana, Nadi dan Cakra mempunyai penjelmaan pekerjaan dalam badan kasar pula, oleh cara yang ditentukan didalam pusat – pusat astral.

Dimana pada persilagan dari macam – macan urat, urat nadi dan urat darah, pusatnya itu di sebut LPEXUS” ( Jaringan). Plexus – plexus kasar dan yang telah terkenal dalam Ilmu badan yaitu:

Cervical              :         Bagian Leher.

Brachial              :         Bagian Tangan Atas.

Coccygeal          :         Bagian dekat pucuknya tulang punggung.

Lumbar               :         Bagia pinggang.

Sacral                   :         Bagia Tulang Ekor.

Cardiac                :         Bagian Jantung.

Esophageal         :         Bagian Krongkongan.

Hepatic                 :         Bagian Limpa.

Pharyngeal          :         Bagian Rahang.

Pulmonary           :         Bagian Paru – paru.

Ligual                      :         Bagian Lidah.

Prostatic                :         Bagian tempat kencing dll.

Begitu juga adalah jaringan – jaringan ( Plexus – plexus) atau pusat – pusat kekuatan hidup dalam nadi – nadi Sungsum. Ini terkenal sebagai “PADMA” ( Bunga Teratai ) atau CHAKRAS. Keterangan tentang pusat – pusat ini ditulis lebih lanjut dalam bagian – bagaian nya.

Semua nadi – nadi keluar dari KHANDA ( Sumbernya ) nadi – nadi. Khanda ini adalah tempat bertemunya nadi, sungsum, dengan Muladhara Chakra ( Chakra yang paling bawah tempatnya ) Sementara ada yang bilang Khanda ini tempatnya 12 inch ( = + 30 cm ) di atasnya lobang pantat.

Dari banyaknya nadi – nadi itu dapat dihitung ada 14 yang di anggap peting. diantaranya yaitu:

  1. Sungsum
  2. Ida.
  3. Pingala.
  4. Gandhari.
  5. Hasthayihwa.
  6. Kuhu.
  7. Saraswati.
  8. Pusha.
  9. Sankhini.
  10. Payaswini.
  11. Waruni.
  12. Alambhusha.
  13. ishwodhara.
  14. Yasaswini.

Dari 14 nadi yang penting ini, adalah IDA, PINGALA, dan SUNGSUM, yang paling pentig, ialah Sungsum yang pertama. Sungsum ini adalah yang paling luhur dan yang paling dicari – cari oleh para yogi, sementtara nadi – nadi yang lainnya dipandang kurang penting. Petunjuk – petunjuk yang lebih luas mengenai masing – masing nadi dan bekerjanya serta cara untuk membangunkan Khundali, dan perjalanannya dari Chakra ke Chakra yang lain, akan diberikan dalam halaman berikutnya.

TULANG PUNGGUNG.

Sebelum para peminat melanjutkan untuk belajar tentang nadi – nadi dan Chakra, alangkah baiknya sedikit mengenal atau mengetahui tentang tulang punggung, karena semua Chakra ada hubungannya dengan tulang punggung.

Tulang punggung     terkenal dengan sebutan MERU DANDA ini adalah poros tubuh, seperti juga Gunung Maha Meru adalah porosnya dunia (Buana Agung ), itulah sebabnya tulang punggung disebut pula Meru dalam Buana Alit ( Tubuh Manusia ).

Tubuh mausia adalah alam kecil ( Microcosmos ). Segala yang terlihat dan ada dalam Dunia alam besar ( Macrocosmos ), apakah itu gunung, sungai, elemen – elemen dan yang lain – lainya, terdapat juga pada alam kecil atau tubuh manusia ( Buana Alit ).

Tubuh dapat dibagi menjadi tiga bagian yang utama, Kepala, Badan, dan kaki tangan. Pusat dari pada tubuh adalah diantara kepala dengan kaki. Tulang punggung meluas dari ruas ke satu ( lst Vertebra ), tulang Atlas, hingga sampai pada ujugnya badan.

Tulang punggung tersusun menjadi satu seri, terdiri dari 33 tulang yang disebut ruas. Menurut tempatnya ruas – ruas tulang ini terbagi menjadi 5 bagian yaitu:

  1. Bagian Tulang Leher                       = 7 ruas tulag.
  2. Bagian Tulag badan belakang    = 12 ruas tulang.
  3. Bagian Tulang pinggang               = 5 ruas tulang.
  4. Bagian Tulang Ekor                          = 5 ruas tulang.
  5. Bagian Ujung Tulang Punggung  = 4 ruas tulang.

Ruas – ruas tulang tersebut tersusun menumpuk rapi dari satu ruas dengan ruas tulang yang linnya, sehingga terbentuklah sebuah tugu atau pilar penyangga tulang tengkorak dan tulang rusuk badan. Masing – masing ruas tulang berhubungan menurut aturan dari arsiteknya, beruncing – runcing, melintang, dan sendi, serta dengan bantalan – bantalan serabut tulang muda yang ada diantara sela – sela tumpukan ruas tulang tersebut, terowongan – terowongan yang ada didalam masing – masing ruas tulang tersebut, merupakan selinder – selinder atau lubag perjalanan Sungsum, ukuran masing – masig tulang ruas semuanya berbeda. Seperti ukuran tulang leher yang lebih kecil dengan ukuran tulang badan bagian belakang. demikian juga dengan ukuran besar dan panjang slinder – slindernya juga berbeda, seperti ukuran besar dan pangjang lubang slinder ruas tulang pinggang, yang lebih pangjang dan besar, jika dibandingkan dengan ukuran luas dan panjang slinder ruas tulang yang lainnya.

Tulang punggung dan sekitarnya, keberadannya tidak seperti tongkat kayu yang kaku, tapi mempunyai lengkungan dan persendian yang dapat bergerak seperti gerakan per. semua tulang – tulang tubuh lainnya terhubung pula dengan tulang punggung ini,

Diantara ruas – ruas tulang punggung ada celah yang merupakan ruang bagi urat – urat untuk mentransfer Sungsum dari tulang punggung ke berbagai macam tulang lainnya yang merupakan peralatan tubuh ini.

Lima bagian utama dari ruas tulang punggung ini dan segenap ruangannya disebut Lima Chakra, yaitu: Muladhara, Swadishtana, Manipura, Hanahata, dan Wishuddha. Sementara keberadaan Chakra Ida dan Pingala, ya berada pada sebelah selinder yang merupakan jalan daripada Sugsum. Ida ada pada kiri, dan Pingala ada pada sebelah kanannya tulang punggung.

SUKSHMA SARIRA,

( Badan Astral ).

Badan kasar ( Wadag ) dibentuk menurut sifatnya Badan Astral. Kalau kita ibaratkan badan kasar ini sebagai air yang sedang dipanaskan, badan kasar ini adalah air yang panas, dan badan astralnya adalah uap yang keluar dari air panas tersebut. Dengan demikian jelaslah bahwa badan Astral yang di maksud ada didalam badan kasar. Badan kasar ini tidak dapat berbuat apa – apa, jika saja tidak ada badan Astral yang bersemayam didalamnya. Setiap titik pusat dari badan kasar ini, terdapat pula titik – titik badan Astral. Pengetahuan tentang badan kasar sangat perlu dan itu bagus. Sementara pengetahuan badan Astral hanya bisa dilakukan melalui Yoga, dan yoga akan menerangkan  keberadaan daripada badan Astral serta hubungannya dengan badan kasar tersebut. Didalam halaman – halaman berikutnya akan disampaikan penerangan pendek tentang pusat badan kasar serta hubungannya dengan sama pusat – pusat badan astral.

KANDA.

(Sumber dari segala Nadi – nadi ).

Kanda, ini terletak diantara lubang pantat dan akar kemaluan. Bentuknyas eperti telor dan tertutup oleh kulit – kulit tipis yang disebut pula( Mambranes ). Ini terletak tepatnya diatas Chakra Muladara. Semua nadi – nadi yang ada keluar dari kanda ini, tempat ini menyilang sebagai jalan sungsum menghubungkan diri dengan Chakra Muladhara. Empat daun bunga ( Petals ) sebagai bagian Chakra Muladhara ada di sebelahnya kanda ini, dan tempat yang menyilang itu di namakan Granti Sthan, dimana pengaruh maya yang paling kuat ada di tempat ini. Didalam beberapa Upanisad disebutkan bahwa kanda ini letaknya ada 9 digits ( + 6 inch ) diatasnya kemaluan.

Kanda itu adalah pusat Astral, yang mengeluarkan nadi – nadi yoga, saluran halus dan mengalirkan prana halus ( Tenaga Hidup ) ke tempat – tempat di seluruh tubuh. Yag berhubungan dengan tempat ini adalah Cauda Equina ( buntut kuda ) dalam badan kasar.

Sungsum meluas dari otak sampai akhirnya ke tulang punggung yang rupanya merucing lancip seperti benang sutra, sebelum sungsum berkahir meluas, terlebih dahulu ya mengeluarkan banyak serabut – serabut ( Fibres ), yang terkumpul dalam satu rangkaian urat – urat yang disebut dengan nama Cauda Equina ( buntut kuda ) yang berada dalam badan kasar, Cauda Equina ( buntut kuda ) ini didalam badan Astral disebut Kanda.

SUNGSUM.

Pusatnya susunan urat – urat saraf terdiri dari Otak dan Sungsum. Sungsumdn Otak adalah merupakan suatu poros yang disebut pula Medullah Oblongata atau Buld yang mana Otak dan Sungsum bekerja perantaraan atau saling mengisi, Medullah Oblogata sangat berhubungan erat dengan bekerjanya pernafasan dan penelanan segala makanan yang bekerja terus menerus dengan sendirinya. Sungsum meluas dari atasnya tulang punggug hingga sampai ke dua ruas  tulang  ekor, dimana ya meruncing lancip seperti benang sutra yang juga disebut Filum Terminale.

Sungsum itu adalah satu lajuran dari bahan otak, yag sangat lembut dan berwara abu – abu serta putih, yang putih diatur disebelah yang abu – abu. Yang putih adalah urat – urat sungsum,sedangkan yang berwarna abu – abuadalah sel – sel urat dan serabut – serabut, ini tidak terikat keras dengan tulang punggung, tetapi seperti digantungkan didalam tulang punggung, tak jauh beda seperti keadaan otak yang berada dalam tulang tengkorak, serta selalu dipelihara oleh serabut – serabut itu. Sugsum dan otak terapung dalam bahan – bahan cair yang berada dalam tempat otak dan tulang punggung. Maka dari itu bahan – bahan cair itulah yang menjaga kelsamatan Sungsum dan otak hingga tak terlukai. Lebih jauh sungsum ini dilindungi pula oleh sebuah jaring penutup yang berupa minyak lembut ibarat seperti gemuk dalam melidungi keslamatan mesin – mesin yang sedang bergerak, dan terbagi menjadi dua bagian yang sama, yaitu sebelah depan dan di sebelah belakang, sementara ditengah – tengah sungsum itu ada saluran yang sangat kecil  yang sebut juga Canalis Contralis ( Brahmanadi ) atau urat halus Brahma dan ya meluas hingga sampai ke Chakra Muladhara dan Chakra Sahasrara. Kundalini jika bangun justru melalui Canalis Contralis ini untuk menuju ke Brahmarandhra.

Sungsum sebenarnya merupakan satu kesatuan dan tak terpecah – pecah atau terbagi – bagi dari otak, dan sbenarnya ya tersambung terus menerus dengan otak, semua urat – urat  yang dari tulang tengkorak maupun yang dari tulang punggung selalu berhubungan dengan sungsum ini, bahkan setiap urat yang ada dalam tubuh ini selalu berhubungan dengan sungsum. organ kencing, organ peranakan, organ pencernaan, peredaran darah, pernafasan, dan organ – organ lainnya, semua di control oleh sungsum. Sungsum berklembang dalam rongga ke empat dalam otak ke Medullah Oblongata. Dari rongga ke empat ungsum meluas ke rongga ke tiga lalu ke rongga ke lima dan kemudian akhirnya mencapai puncaknya ke kepala, yaitu ke Chakra Sahasrara.

SUSHUMNA NADI.

( Sungsum Astral )

Para Yogi dahulu kala menyebut Sungsum itu dengan sebutan Sushumna Nadi. Ilmu Anatomi menceritakan tentang bentuk kasar dan bekerjanya sungsum. Sedangkan para Yogi – yogi dahulu kala menceritakan sifat halusnya, sekrang disebut KUNDALINI YOGA, mudah – mudahan kami dapat menerangkannya melalui tulisan ini,  sehingga para pembaca dapat mengerti dan tahu tentang nadi – nadi.

Sungsum meluas dari Chakra Muladhara ( ruas tulang punggung bagian ekor ) hingga sampai ke Chakra Brahmarandhra. Keadaan seperti ini juga diakui oleh Ilmu Anatomi, bahwa di dalam sungsum ada saluran sentral yang disebut Canalis Contralis, sungsum itu pula diakui  terdiri diri dari bahan – baha otak yang berwana abu – abu dan putih. Dan Sugsum bertempat atau mempunyai wilayah kerja yang utama di dalam saluran pipa tulang punggung. Demikian pula Sushumna Nadi yang terapung disekitar wilayah itu serta mempunyai warna merah seperti Agni ( api ).

Didalam Sumshumna Nadi ini, ada satu Nadi yang di namakan Wajra ( kuat ) yang bercahaya seperti matahari, dengan sifat – sifat yang keluar dan nyata yaitu nafsu, Didalam Nadi Wajra ini masih ada pula Nadi yang lain, yang disebut Chitra yang sifatnya  bersih murni dan berwarna pucat, Sifat – sifat api, Matahari dan Rembulan, yang merupakan tiga sifat Sabdha Brahman. Didalam Chitra ini ada saluran yang sangat kecil sekali, yang juga disebut Canalis Centralis, serta dikenal sebagai Brahmanadi, Bila Kundalini bangun dari tidurnya, ini merupakan jalan melalui Chakra Muladhara sehingga sampai di  Chakra Sahasrara. Dan dari Brahmanadi keluar enam Chakra – chakra yang disebut : Chakra Muladhara, Chakra Swadihshtana, Cahakra Manipura, Chakra Anahata, Chakra Wishuddha, dan Chakra Adnya.

Ujung yang paling rendah dari Chitra Nadi itu disebut Brahmadwara, yaitu pintu Brahman, sebab Kundalini harus melalui pintu ini untuk anik ke Brahmarandhra. Jika halini dihubungkan dengan Macrocosmos, seperti Haridwari yaitu pintu dari ag Hari yang dari Badri Narayan. Chitra Nadi ini kan berakhir di otak kecil.

Pada umumnya sungsum kasar disebut Brahma adi, sebab Brahmaadi itu berada didalam sungsum itu sendiri, Saluran Chitrajuga disebut Sungsum, sebab saluran ini juga berada didalam Sungsum. Ida dan Pingala berada dikiri dan dikanan tulang punggung.

Chitra adalah yang disukai oleh para Yogi . Chitra ini rupanya seperti benang kecil dan sangat halus yang terdapat pada bunga teratai serta mengeluarkan sinar yang terang benderang dengan lima warna, ya terletak di tengah – tengahnya Sungsum, inilah sebenarnya yag merupakn bagian yang terpenting dari tubuh mausia, ini pula disebut merupakan jalan untuk menuju sorga dan bisa memberikan keabadian. Dengan bermeditasi kepada Chakra – chakra yang keluar dari Chitra Nadi ini, seorang Yogi dapat melebur segala dosa – dosanya, dan mampu mencapai kebahagiaan yang tertinggi, ini pula merupakan yang mampu memberikan kebebasan atau Moksa.

Jika nafas berjalan melalui sungsum, cipta akan menjadi tetap. Ketetapan Cipta ini yang disebut Unmani Awastha, yaitu keadaan yang paling tinggi dalam Yoga.

Jika seseorang melakukan meditasi, dan tepat pada waktunya, sungsumnya akan bekerja, yang melakukannya akan mencapai tingkat meditasi yang luar biasa. Jika nadi – nadi masih dipenuhi oleh kekotoran, maka nafas tidak akan pernah mampu melalui nadi – nadi yang di tengah ini. Maka dari itu nadi – nadi ini harus di sucikan atau dibersihkan terlebih dahulu dengan melakukan Pranayama sebanyak mungkin.

SUSUNAN URAT – URAT PADA SIMPATETIS.

DAN SIMPATETIS.

Disebelah kanan dan kirinya sungsum meluas tali – tali urat Sympatetis dan Para – sympatetis, rangkaian ini berdua dalam satu simpul urat syaraf ( Gamglia ). Rangkaian urat syaraf ini merupakan kumpulan sel – sel urat, ia lah yang menyusun Autonomic System ( Susunan urat – urat autonomic ) yang mampu memberikan segala energy yang dibutuhkan oleh urat – urat yang menuju ke segala arah organ yang kerjanya telah terprogram ( involuntary ), jantung, paru – paru, usus, ginjal, limpa, dan lain – lainnya,  serta mengontrol segala aktifitas organ tersebut.

Urat Saraf Vagus ( urat – urat yang berkelana ) mempunyai peranan yang paling penting dalam tubuh manusia. Adapun yang keluar dari susunan urat simpatetis bertugas membangun dan mempercepat, sedangkan susunan Para-simpatetis adalah melambat atau menahan. Selain tersebut ada pula urat yang bersifat memperkembang atau memperluas urat nadi yang mengalirkan darah dengan bersenyawa zat asam yang murni, utuk memelihara tenun – tenunan, organ dan sel – sel secara keseluruhan yang berada dalam tubuh disebut pula Vaso – dilators (urat syaraf yang menggerakan pembuluh darah menjadi besar ).

Rangkaian Simpatetis yag berada di sebelah kanan dan yang berada di sebelah kiri, dihubungkan satu sama lain dengan serabut – serabut, dengan cara menyilang dari sebelah kanan ke sebelah kiri demikian juga sebaliknya. Adapun lintasan ini sampai sekarang belum mampu di jabarkan secara ilmu anatomi, walaupun tidak sedikit para ilmuwan yang menyelidikinya.

Da;lam bukunya “Physiology of the senses” oleh M Kendrick dan Snodgrass menulis: dimana serabut –serabut urat – urat panca indra melintas dari sebelah satu kesebelah lainya, tidak dapat diketahui secara jelas. Sebab beberapa bagian dari Sungsum ini menyilang dari sebelah kanan ke sebelah kiri dan sebaliknya.

IDA DAN PINGALA NADI.

Kedua nadi ini bukan rangkain sentetis kasar. Ini adalah merupakan nadi yang halus atau urat halus yang berisikan SUKMA PRANA  ( Prana halus ). Dalam Ilmu Anatomi ke dua Nadi ini mungkin dihubungkan dengan rangkaian Simpatetis sebelah kiri dan di sebelah kanan.

Ida memulai dari buah pelir kanan, dan Pingala dari kiri. Kedua Chakra ini ketemu dengan Chakra Sushumna ( sungsum halus ) di Chakra Muladhara, dan disini mereka membentuk satu simpul. Tempat bertemunya Nadi ini di Chakra Muladhara yang disebut juga MUKTA TRIWANI ( Gangga, Yamuna, Saraswati ) berdiam berturut  – turut dalam Chakra Pingala, Ida, Sushumna. Tempat pertemuan ini disebut pula Brahma Granti ( Simpul Brahma ). Ke tiga ini bertemu pula di Chakra Anahata ( bagian jantug ) dan di Chakra Adnya ( di tengah – tengahnya kedua alis ). Di Macrocosmos terdapat pula Tri Weni ( tempat pertemuan tiga sungai ) yaitu di Prayang, di mana di tempat ini bertemunya tiga sungai yaitu sungai Gangga, Yamuna, dan Saraswati.

Chakra Ida mengalir melalui lubang hidung kiri, dan Chakra Pingala melalui lubang hidung kanan, Chakra Ida bisa juga disebut dengan sebutan Candra Nadi ( Nadi Bulan ) dan Chakra Pingala bisa pula disebut Surya Nadi ( Nadi Matahari ). Efek yang terasa sebagai akibat aktifitas dari pada Chakra Ida yaitu, dingin, sabar, dan tenang. sedangkan efek yang ditimbulkan oleh Chakra Pingala dapat kita rasakan, panas, dan berfungsi untuk mencerna makanan. Chakra Ida berwarna pucat ( Sakti Rupa ) sebagai pemelihara dunia. Chakra Pingala berwarna merah seperti api ( Rudra Rupa ). Chakra Ida dan Chakra Pingala menunjukan khala ( waktu ), dan Sushumna menelan waktu. Seorang Yogi bahkan mengetahui waktu ajal menjemputnya. Sehingga ia mampu mengatasi kematian, dengan cara menarik Prananya dan di masukan dalam Sushumna, dan disimpan Prananya di Brahma Randhra, lalu ia menentang dan megatasi waktu ( Kala kematian).

Seorang Yogi terkenal dan termansyur  Sri Chan Dev dari Maharasthra sudah beberapa kali berkelahi melawan kematian, dengan cara menarik dan menyimpan Prananya masuk dalam Sushumna. Sri Chan Dev hidup bersamaan masa dengan Sri Jnana Dev dari Alandi, dekat Poona. Beliaulah yang mempunyai kekuatan bhatin yang dapat mengontrol atau mengendalikan binatang buas. Dengan kekuatan Yoga beliau datang pada Sri Jnana Dev dengan menunggang Singa.

SWARA SEDHANA

( Menjalankan latihan nafas )

Swara Sedhana, yaitu melatih pernafasan, melatih pernafasan adalah mengenalkan Satya ( Kebenaran ), dan memberi kehidmatan dan kebahagiaan. Pada saat nafas mengalir melalui Chakra Ida laksanakanlah gerakan atau perbuatan yang lembut dan baik saat melakukan Yoga. Dan pada saat nafas mengalir melalui Pingala, hendaknya melakukan gerakan – gerakan yang agak keras, yang mampu menimbulkan akibat kekuatan bhatin Yoga. Meditasi dan yang lainnya dilakukan saat nafas mengalir ke Chakra Sushumna.

Jika nafas terasa di Chakra Ida pada saat matahari terbit dan mengalir terus ke sekitarnya hingga siang hari. Dan pada menurun  hingga nafas terasa mengalir di Chakra Pingala dan sekitarnya sampai malam hari, ini menandakan banyak kemajuan yang diperoleh dalam hal membangkitkan Kundalini, bisa juga disebut berhasil baik.

Usahakanlah nafas bisa mengalir melalui Chakra Ida dan sekitarnya pada siang hari. Dan melalui Chakra Pingala dan sekitarnya pada malam hari. Ini hanya bisa dilatih oleh beliau para Yogi Besar.

BAGAI MANAKAH CARANYA MENGUBAH ALIRAN

NAFAS DIDALAM NADI – NADI.

Didalam pelaksanaan Yoga, khususnya untuk membangkitkan Kundalini, diperlukan latihan – latihan yang benar, adapun teknis latihan tersebut akan di uraikan seperti berikut ini. Adapun latihan yang dimaksud adalah latihan untuk merubah aliran nafas, agar aliran nafas tersebut mampu seperti yang diinginkan dalm aturan  yoga. Bagi para penggemar dianjurkan untuk memilih salah satu cara yag sekiranya sesuai dengan situasi dan kondisi di mana yoga akan dilaksanakan. Adapun teknis latihan tersebut ialah:

  1. Tutup lubang hidung untuk beberapa menit.
  2. Tidur dengan badan sebelah kiri untuk 10 menit.
  3. Duduk dengan tegar kaki diluruskan kedepan lalu tarik dengkul kiri dan taruh tumit kiri dekat dengan pantat kiri. Dalam beberapa detik aliran nafas akan berubah mengalir melalui Chakra Pingala.
  4. Taruh kedua tumit bersama – sama dekat pada pantat kanan. Dengkul kanan disilangkan ke dengkul kiri. Taruh telapak tangan kiri di atas lantai dasar dengan kerenggangan sekitar 35 cm dari pantat, lalu berat tubuh dibebankan pada tangan kiri perhatikan siku tangan kiri jangan sampai membengkok,dan balikan kepala kearah sebelah kiri pula, pergelangan kaki kiri dipegang dengan tangan kanan. Untuk limit waktu lakukan semampunya! dengan cara ini akan mengakibatkan hasil baik sesuai dengan tujuan yoga.
  5. Utuk merubah aliran nafas dapat pula dilakukan dengan cara Nauli Kriya.
  6. Bagi yang telah terlatih dan sudah masuk pada tingkat keberhasilan, untuk merubah jalan aliran nafas bisa dilakukan dengan kehendak hati.
  7. Bisa dilakukan dengan mempergunakan sarana yang berupa tongkat kayu berbentuk leter u dengan panjang 65 cm, yang merupakan tempat sandaran badan yang sebelah kiri, posisi tongkat tepat pada ketiak kiri.lakukan selama mungkin sesuai dengan kemampuan, jangan dipaksakan!
  8. Cara yang paling mudah dan tingkat keberhasilannya sangat tinggi, yaitu dengan cara Kechari Mudra. Yaitu seorang Yogi membalikan lidah kedalam untuk merintangi jalannya nafas yang keluar dengan ujung lidah.

Latihan – latihan tersebut pada umumnya dilakukan untuk pengaturan nafas. Latihan – latihan yang lainnya yang bersifat pembersihan Nadis dan untuk membangukan Kundalini, kami akan uraikan pada halaman – halaman berikutnya.

Akan baik sekali jika seorang penggemar berusaha untuk latihan Swara Sadhana setiap hari dengan rutin, usahakan sedapat mungkin nafas bisa mengalir melalui lubang hidung kiri sepanjang siang hari. Dan melalui lubang hidung kanan sepanjang malam hari. Dengan melakukan hal tersebut manfaatnya sangat luar biasa. Dan suara yang salah disebabkan oleh penyakit – penyakit  yang ada dalam tubuh.

Jika seorang penggemar menginginkan keberhasilan yang mutlak, hendakya di perhatikan teknis  latihan yag telah diuraikan diatas, dan yang terpenting adalah hasil daripada latihan tersebut adalah kesehatan pisik, segala yang kami uraikan disini semuanya berdasarkan sumber sebuah buku yang penerbitannya tak pernah kami ketahui, sebab dalam buku tersebut tidak tertulis data penerbitannya. Adapun keadaan buku tersebut, kami dapatkan sudah sangat ujur atau sangat lapuk, yang menandakan bahwa buku tersebut sudah berumur panjag, kalimat yang dipergunakan dapat kami perkirakan sedikit berdealek bali, demikian juga kata – katanya masih berbau kuno, ditegaskan pula bahwa apa yang diuraikan adalah yang sebenarnya. Dan diharapkan latihan ini dilakukan sedini mungkin dengan sungguh – sungguh. dan diharapkan pula latihan ini dimulai dari sekarang! Disarankan pula agar menghapus kebiasaan seperti: malas, kelengahan, kelemahan, dan harap dihilangkan kesukaan bicara yang membual, dan hal – hal yang negativ lainnya. Sebelum latihan dimulai, disarankan agar melakukan sembahyang kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena hanya beliaulah yang mampu memberikan segala yang kita inginkan, dan hanya beliaulah yang mampu menghilangkan segala rintangan yang ada.

NADI – NADI LAINNYA.

Ghandhani, Hasthajihwa, Kuhu, Saraswati, Pusha, Sankhini, Paiaswini, Waruni, Alambusha, Wiswhodhara, Yasaswini, dan banyak yang lain – lainnya, semuanya itu nama – nama nadi yang berada pada tubuh kita, yang keberadaannya juga sangat penting, nadi – nadi ini keluar dari kanda, dan mempunyai tempat disebelahnya Sungsumna, Ida dan Pingala, serta menyebar ke seluruh bagian organ tubuh untuk melaksanakan tugasnya masing – masing, kesemua nadi – nadi ini merupakan nadi – nadi yang sangat halus yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang atau kasad mata, selain nadi – nadi tersebut, masih banyak nadi – nadi yang keluar dari nadi – nadi ini. Ibaratnya seperti keadaan daun Aswatha yang tertutup dengan serabut – serabut halus, demikian pula keadaan  dalam tubuh manusia yang tak terhitung banyaknya dilintasi silang menyilang oleh nadi – nadi kecil yang sangat halus.

PADMA ATAU CHAKRA.

Chakra – chakra terletak di Liga Sarira ( Tubuh Astral ). Tubuh astral ini terdiri dari 17 Tattwas ( Bagian – bagian ), diantranya:

Lima Jnana Indriyas ( Telinga, Tangan, Mata, Lidah, dan Hidung. )

Lima Karma Indriyas ( Bicara, Tangan, Kaki, Kemaluan, Lubang Dubur. )

Lima Manas  ( Cipta ). dan Budhi ( Kecerdasan) .

Smuanya ini mempunyai pusat atau Pesraman di dalam Sungsum dan di pusat – pusat urat ( Plexuses ) dalam badan kasar ini.

Didalam badan kasar ini Chakra – chakra yang ada masing – masing mempunyai pekerjaan khusus. Semua pekerjaan Chakra tersebut tidak dapat dilihat dengan kasad mata. Banyak para ahli Anatomi tubuh mencoba untuk menyelidiki keberadaan Chakra – chakra itu, ada yang dengan cara membedah tubuh manusia yang telah mati. Namun tak seorangpun dari mereka mampu menemukan tempat atau keberadaan Chakra tersebut. Dengan demikian semakin tak percayalah para ahli ini dengan adanya Chakra pada tubuh manusia termasuk semakin mengurang kepercayaannya terhadap buku – buku suci. Apalagi terhadap aktifitas Yoga.

Sushumna Prana ( Prana Halus ) selalu bergerak dari susunan urat – urat dari Lingga Sarira ( Badan Astral ). Sementara Stula Prana ( Prana Kasar) bergerak melalui urat – urat dalam badan kasar atau wadag. Kedua gerakan ini saling berhubungan satu sama yang lainnya. Masing – masing bekerja dengan saling balas membalas seperti pertemuan arus listrik negativ dengan positif hingga terjadi wujud api, kehidupan api ini agar selalu bisa menyala diseimbangkan oleh kekuatan kawat pijar, dan disuplay listrik oleh dynamo. Chakra – chakra inilah yang sebagai pengetahuan tentang alat – alat listrik tersebut, ada pengetahuan pembuatan kawat positif dan ada sebagai kawat negativ, ada pula sebagai dynamo dan kawat pijar, semakin keras putaran dynamo, semakin teranglah nyala kawat pijar. Semakin bersih nadis – nadis yang ada, semakin mudahlah Chakra – chakra dibangunkan untuk memberikan kekuatan pada badan halus dan badan kasar ini. Keberadaan Chakra – chakra ini tak pernah mengalami kematian, karena keberadaannya menyatu dengan sumber kehidupan badan kasar, apalah artinya badan kasar ini kalau hanya seonggok daging dan tulang serta organ dalamnya ? jika saja tidak ada badan halus yang bersemayam dalam badan ini. Jika demikian bisa dibayangkan badan ini tak ada gunanya. Sebab memang tak ada yang mendaya gunakan. Walaupun badan kasar ini telah hancur termakan usia, bahkan generasi yang hidup tak mengenal generasi yang telah tiada, Chakra – chakra yang pernah bersemayam di tubuh generasi yang telah tak dikenal tersebut masih tetap ada. Unuk memahami hal ini, kita perlu memiliki kecerdasan dalam berlogika. Apalah artinya setumpuk besi zat – zat kimia lainnya, jika saja tak ada pengetahuan yang mendaya gunakannya. Besi adalah badan kasar, pengetahuan adalah badan halus, sehingga terjadilah kehidupan yaitu nyala lampu. Besi dan zat – zat kimia bisa saja hancur dan menghilang, bisakah pengetahuan atau ilmu yang ada menghilang ? Sepanjang ada kehidupan manusia yang mempunyai ilmu tentang listrik, selama itupula lampu bisa diwujudkan dan dinyalakan.

Sementara ada yang mempunyai pendapat atau pemahaman, bahwa Chakra – chakra hanya bisa di bentuk pada saat konsentrasi, pemahaman ini sama sekali tak berlogika, sebab tak akan pernah ada di dunia ini sesuatu yang kasar tanpa bersumber dari sesuatu yang halus. Setinggi apapun Ilmu keduniawian, tidak akan pernah menolak bahwa dunia ini dibentuk dari bahan – bahan yang halus. Percaya maupun tidak, itu adalah logika kenyataan. Jika nadi – nadi telah bersih sperti yang diharapkan diatas, seseorang bukan hanya mampu mengenali Chakra pada saat semedhi saja, namun dalam kesadaran mutlakpun Chakra – chakra itu akan dikenalinya dan dirasakannya.

Dimana ada persilangan urat – urat syaraf, urat – urat nadi, dan urat – urat darah, titik puasat persilangan itu disebut Plexus. Dalam badan kasar Plexus – plexus ini dikenal dalam Ilmu Anatomi sebagai: Hepatic ( Limpa ). Cervical ( Leher belakang ). Braschical ( Tangan atas ). Coccygeal ( Tulang ekor ). Lumbar ( Pinggang ). Sacrum ( Di ujung bawah tulang punggung ) Cardiac ( Jantung ). Epigastric ( Perut bagian atas ). Esophageal ( Alat untuk menelan ). Pharyngeal ( Rahag ). Pulmonary ( Perut – perut ). Lingual ( Lidah ). Prostatic ( Tempat dekat kemaluan laki – laki ), dan masih banyak yang lain – lain nya, Plexus – plexus yang serupa juga ada pada badan halus, yaitu dalam Sushuma nadi yang juga disebut pusat – pusat Prana halus, semua aktifitas tubuh ini, misalnya urat – urat syaraf, pecernaan, peredaran darah, pernafasan, aktifitas kjemaluan, dan yang lain – lainya, dikendalikan oleh pusat – pusat yang ada dalam Sushum Nadi. Semua ini adalah pusat halus  tenaga hidup. Pusat – pusat kesadaran, Dalam badan kasar juga ada titik pusat – pusat yang serupa, puasat – pusat halus itu yang ada dalam badan kasar ini misalnya, seperti Chakra Anahata Sushumna Nadi adalah serupa dengan pusat di jantung ( Cardiac Plexus ) yang ada di badan kasar.

Pusat – pusat halus yang dalam Sushumna Nadi juga dikenal sebagai Bunga Teratai atau Chakra – chakra. Kecerdasan ( Tattwa ) khusus menekan pada tiap – tiap Chakra. Di tiap – tiap Chakra masig – masing ada dibawah pimpinan Dewa ( Kekuasaan ). Amu dalam masing – masing Chakra juga terdapat sifat – sifat binatang yang tertentu.

ADA ENAM CHAKRA YANG PENTING.

Muladhara, Swadhistana, Manipura, Anahata, Visuddha,. Jna, Sahasrara merupakan Chakra yang paling uttama yang terletak di dalam kepala. Tujuh Chakra ini berhubungan pula denga tujuh Lokas ( Dunia atau Lapangan ) antara lain: Bhu, Bhuvar, Svar,Maha, Jana, Tapo, dan Satya. Muladhara hingga sampai di Vishuddha adalam merupakan pusat Panca Bhutas, ( Lima elemen ), yaitu: Tanah,  Air, Api, Udara, dan Ether.

Bila Kundalini telah bangun dan berjalan melalui Chakra Muladhara dan terus naik melalui Chakra – chakra diatasnya, seorang Yogi akan mengalami kebahagiaan khusus, dan apabila Kundalani telah sampai pada Chakra Shasrara, seorang Yogi yang mengalami perjalanan Chakra yang demikian akan merasakan kebahagian yang Maha Agung.

Di bawah ini adalah nama lain dari Chakra yang telah disampaikan maupun nama Chakra yag belum disampaikan. Diantaranya: Chakra Adhara ( Nama lain dari Chakra Muladhara ), Chakra Amrita, Chakra Ananda, Chakra Lalita, Chakra Balwana, Chakra Brahmadwara, Chakra Chandra, Chakra Dipaka, Chakra Karnamula, Chakra Gulhaha, Chakra Khaladipa, Chakra Kundali, Chakra Galabaddha, Chakra Kaladaada, Chakra Kaldwara, Chakra Karangaka, Chakra Kalabhedan, Chakra Lalna, Chakra Mahotsaha, Chakra Manas, Chakra Talana, Chakra Mahapadma, Chakra Niradhara, Chakra Naukula, Chakra Prana, Chakra Soma, Chakra Trivani Urdwarandra,  Chakra Wajra Dan masih banyak  yang lain – lainya. Beberapa nama yang telah disebutkan di atas, merupakan nama lain dari 6 Chakra yang di anggap peting. Walaupun demikian, masih banyak Chakra – chakra yang  dianggap kurang peting oleh para Yogi dahulu kala. Diantara para Hatha Yogi ada yang menyatakan Chakra itu ada yang kecil dan ada yang besar atau 12 Chakra kecil dan 13 Chakra besar. Dan Hatha Yogi lainnya ada pula yang menyatakan dengan sangat yakin bahwa Chakra itu  berjumlah 49. Sedangkan para Yogi dahulu kala dal;am penyebaran ajaran yoganya menyatakan Chakra yang ada pada tubuh manusia berjumlah 144 Chakra.

Chakra Talana dengan 12 daun kembang merah terletak dekat dasar langit – langit mulut ( lak – lakan mulut ). Dan Chakra Manas dengan 6 daun kembangnya sangat erat hubungannya dengan perasaan, impian, dan perjalanan dalam Badan Astral. Dan berikut ini kami akan mencoba melukiskan Chakra – chkara tersebut.

DAUN – DAUN BUNGA PADA CHAKRA – CHAKRA.

Tiap – tiap Chakra mempunyai banyak daun – daun bunga, masing – masig daun bunga tersebut dilengkapi dengan aksara – aksara Sanskrit . Getaran yang keluar dari masing – masing daun bunga Chakra, sesuai dengan aksara yang ada di masing – masing daun bunga. Setiap masing – masing aksara menyatakan Mantra Dewi Kundalini, aksara – aksara yang berada dalam daun bunga tersebut sangat tersembuyi ( latent ), aksara – aksara tersebut dapat di keluarkan atau diwujudkan bersamaan dengan getaran – getaran yang di buat oleh nadi – nadi hingga dapat dirasakan, dan atau Chakra itu terwujud pada saat melakukan konsentrasi atau yoga.

Banyaknya daun bunga masing Chakra satu sama lainnya berlainan,

Chakra  Muladhara denga 4 daun bunga.

Chakra Swasdhisthana dengan 6 daun bunga.

Chakra Manipura dengan 10 daun bunga.

Chakra Anahata dengan 12 daun bunga.

Chakra Vishuddha dengan 16 daun bunga.

Chakra Ajna dengan 2 daun buga.

dari enam Chakra tersebut, kalau dijumlah daun bunganya secara keseluruhan, berjumlah 50 daun bunga, dengan demikian aksara yang terdapat pada keseluruhan dari masing – masing daun bunga Chakra tersebut juga berjumlah 50 buah. Banyaknya daun bunga dari masing – masing Chakra ditetapkan berdasarkan banyaknya tempat Yoga Nadis di sekitar Chakra tersebut. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut: Dari masing – masing Chakra keluar beberapa Yoga Nadis. Kalau kita bentuk Chakra itu seperti Bunga Teratai, maka Nadis – nadis lah sebagai daun – daun  bunganya. Suara yang diakibatkan oleh getaran Yoga Nadis tersebut, terdengar dari suara aksara – aksara yang ada pada masing – masing daun bunga atau dari masing – masing Yoga Nadis tersebut. Kundalini berada pada Chakra Muladhara dengan daunnya tergantung menghadap kebawah. Jika Kundalini sudah bangun bergerak dan berjalan menuju ke atasnya untuk mencapai Chakra berikutnya, maka daun bunga tersebut menghadap ke atas ( Brahmarandhra ). Chakra – chakra dan dau – daun bunganya ini selalu mengahadap ke pada sebelah di mana Kundalini berada.

CHAKRA MULADHARA.

Chakra Muladhara terletak di dasarnya tulang punggung, di antara alat peranakan atau kemaluan dan lubang dubur. Justru di  keberadaanya malah dibawah Kanda yang merupakan tempat persimpangan atau tempat bertemunya titik simpul dari  Chakra Ida, Chakra Pingala, dan Nadi Sushumna. Tempat ini berada pada 2 jari di atas lubang anus, dan kira – kira 2 jari di bawah kemaluan, dan mempunyai lebar 4 jari, disitulah yang merupakan tempat Chakra Muladhara. Inilah yang juga disebut Chakra Adhara ( cagak sandaran ) sebab Chakra – chakra yang lainnya ada di atasnya. Sementara Kundalini yang merupakan kekuatan inti daripada Chakra – chakra yang ada, berada pada tempat ini. Karena Chakra ini adalah merupakan tempat mengalirkan tenaga Kundalini ke Chakra –chakra lainnya, maka dia juga disebut Chakra Adhara atau Chakra Muladhara.

Dari Chakra Muladhara ini keluar 4 nadi yang penting, merupakan daun –daun bunga Teratai. getaran halus yag keluar dari tiap – tiap nadi tersebut, terdengan sebagai suara huruf – huruf Sanskerta, diantaranya: VAM, SAM, SHAM, CAM. Pusat Chakra ini disebut pula Yoni, dan di puja – puja oleh Siddhas ( Yogi Sampura ).

Kundalini tertidur dan bersembunyi di tempat ini, Sebagai Dewa dari Chakra ini yaitu Dewa Ganesha. Sementara yang berada di bawa Chakra ini, masih banyak Chakra – chakra yang kecil, disebut pula 7 alam neraka  Bhu Loka atau bagian Bhu. Dalam pengertian Tri Buana, alam Bhu adalah alam Bhuta, Bhuwah adalah alam Manusia, Swah adalah alam Dewata, dan diatas alam tersebut sesuai dengan keberadaan Chakra pada tubuh manusia terdapat Maha, Jana, Tapo, Siwa, bila di gabung akan tersebut bilangan alam BHUR, BHUWAH, SWAH, MAHA, JANA, TAPO, SIWA. Untuk mudah dipahami maksud dari keberadaan chakra – chakra tersebut dan nama lainnya yang disesuaikan dengan bilangan alam yang telah menjadi patokan pemahaman bagi umat Hindu yang disebut dengan Sapta Loka. yaitu:

Bhur           :  Chakra Muladhara

Bhuwah    :  Chakra Swadistana

Swah         :  Chakra Manipura

Maha        :  Chakra Anahata

Jana          :  Chakra Wishuddha

Tapo          :  Chakra Adnya.

Siwa           :  Chakra Sahasrara

BABAD NUSA PENIDA>

NB:  Pengunjung yang terhormat, untuk sementara penulis mohon maaf, karena tulisan ini penulis belum bisa selesaikan sampai pada bagian akhirnya, namun pengunjung jangan kecewa, yang pasti penulis akan selesaikan secepatnya, untuk sementara penulis masih mempelajari gambar dan huruf2 dewa nagari yang terdapat pada sumber tulisan ini. sekedar informasi untuk pengunjung, bahwa tulisan ini bersumber pada sebuah buku kuno yang mempergunakan ejaan lama, demikian juga bahasa yang di pergunakan yaitu bahasa indonesia yang sedikit berbau kecina – cinaan serta diramu dengan bahasa bali. Demikianlah penulis harap bisa dimakhlumi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: