Sudhamala dari sebrang


Sudhamala dari sebrang kali:

Sahadewa_solo

Di Kahyangan Betara Guru, Betara Narada dan segenap dewa-dewa tengah bersamadi dengan menyaksikan persembahan tari sakral para bidadari. Di akhir persembahan, Dewi Uma ( isteri Betara Guru) mendapat giliran untuk menghaturkan Tirta Amerta dalam wadah Sweta Kamandalu (bejana kendi). Ketika tiba di hadapan Rajadewa Betara Guru, tiba-tiba wajahnya pias, tangannya gemetar dan kendi pun jatuh berantakan. Tirta Amerta tumpah. Anehnya tirta suci itu menyebarkan aroma busuk.

Dengan mata batinnya Betara Guru tahu bahwa Uma telah melakukan perbuatan yang merusak tatanan jagad raya. Uma berselingkuh dengan Bidadara Citragada dan Citrasena.

Betara Guru Murka, Betari Uma dikutuk menjadi rakseksi yang buruk rupa dan diberi nama Betari Durga. Citrasena dan Citragada dikutuk pula sebagai raksasa bernama Kalanjaya dan Kalantaka. Durga diusir dari Kahyangan. Diperintahkan untuk menjadi ratu di kerajaan setan di Hutan Setragandamayit.

Durga mendapat petunjuk yang bisa meruwat dirinya adalah bungsu Pandawa, yang bernama Raden Sahadewa. Durga lalu mengubah dirinya sebagai Kunti kemudian menculik Sahadewa. Sang Hyang Wenang akhirnya bersatu dengan Sahadewa dan meruwat Durga.

Durga yang sudah bertobat akhirnya mendapat ampunan jagad raya. Wajahnya kembali cantik jelita, dan diperkenankan kembali ke Kahyangan.

Atas jasanya Sahadewa mendapat anugerah julukan Raden Sudamala.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: